home Property Kesalahan – Kesalahan yang sering dilakukan saat Beli Rumah

Kesalahan – Kesalahan yang sering dilakukan saat Beli Rumah

Membeli rumah adalah sebuah hal besar dalam hidup seseorang, terutama karena besarnya uang yang harus dikeluarkan. Karena itu, Kamu harus cermat dan hati-hati ketika akan memilih rumah yang akan dijadikan tempat tinggal masa depan Kamu. Jangan sampai Kamu melakukan lima kesalahan berikut ini ketika hendak beli rumah. Berikut ini adalah lima kesalahan yang sering terjadi.

Tidak Mengamati Lingkungan Sekitar

Kesalahan pertama dan yang sering dilakukan oleh para calon pembeli rumah adalah tidak melakukan survei atau mengecek kondisi lingkungan di sekitar rumah tersebut. Hal itu biasanya terjadi karena sudah telanjur kepincut dengan bentuk rumah yang sangat menarik atau bisa juga karena harganya yang cukup di bawah harga pasaran. Karena itu, janganlah terburu-buru dalam membeli rumah, lakukan survei yang menyeluruh dari setiap rumah yang ditargetkan. Salah satu hal utama dan terpenting untuk dicek adalah apakah lokasi rumah tersebut bebas banjir atau tidak. Jika Kamu “berburu” rumah ke daerah yang jauh dan tidak Kamu ketahui, akan sulit untuk mengetahui apakah rumah tersebut bebas banjir atau tidak, terutama jika Kamu menginspeksinya ketika musim kemarau. Kamu bisa mengeceknya melalui berita atau bertanya kepada tetangga di sekitar rumah tersebut, bukan kepada si penjual rumah. Kamu tentu tidak mau ketika sudah menempati rumah tersebut ternyata dilanda banjir pada musim hujan.

Cara mengatasinya: Datanglah ke lokasi rumah tersebut pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada hari kerja, akhir pekan, pagi hari, atau sore hari untuk mengetahui keadaan sebenarnya lingkungan tersebut. Coba pula untuk mengobrol dengan penduduk sekitar untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Mengambil KPR Jangka Waktu Tersingkat

Bagi Kamu yang ingin membeli rumah melalui fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah), hindari kesalahan dengan mengambil jangka waktu cicilan yang paling singkat. Mungkin Kamu merasa bahwa cicilan selama 20 tahun misalnya adalah waktu yang teramat panjang dan seolah tidak akan ada habisnya. Karena itu, Kamu berusaha untuk melunasinya secepat mungkin dengan mengambil periode cicilan tersingkat. Jika Kamu berniat beli rumah pondok indah untuk tempat tinggal keluarga Kamu, pilihan periode tersingkat bukanlah hal yang tepat. Akan lebih baik bila Kamu mengambil periode yang cukup lama, dengan demikian Kamu bisa mengatur keuangan Kamu untuk hal-hal lain yang juga penting, misalnya untuk biaya sekolah anak, membeli mobil, meng-upgrade rumah, dan sebagainya. Untuk lebih menghemat uang lagi, Kamu bisa saja membayar uang muka KPR hanya 10%, seperti yang ditawarkan oleh KPR BRI, tergantung dari jenis pengembangnya, sehingga uang yang tersisa bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Untuk renovasi rumah, Kamu juga dapat menggunakan fasilitas dari bank, salah satunya dari KPR BRI juga. Karena itu, jika memang penghasilan bulanan Kamu terbatas, ambil saja periode cicilan yang paling lama.

Cara mengatasinya: Hitung pengeluaran tetap bulanan Kamu, dan lihat berapa uang tersisa yang dapat digunakan untuk membayar cicilan KPR. Setelah itu, baru memilih KPR yang sesuai dengan kondisi finansial Kamu.

Melupakan Biaya Tersembunyi

Kamu bisa saja terlena ketika menemukan rumah dengan harga yang sangat murah dan saat itu uang tabungan Kamu sudah mencukupi untuk membayar uang muka KPR yang sebesar 30% dari harga rumah. Lalu, Kamu buru-buru mengajukan KPR ke bank agar tidak kehilangan rumah tersebut. Bayang-bayang memiliki rumah atas nama sendiri sudah ada di benak Kamu. Ternyata, ketika proses pengurusan surat-surat rumah, ada banyak biaya-biaya kecil yang harus Kamu bayarkan lagi, seperti bea meterai, biaya aplikasi, biaya legal, dan sebagainya. Belum lagi jika Kamu harus melakukan beberapa perbaikan pada rumah yang Kamu beli. Karena itu, Kamu harus menghitung dengan cermat seluruh pengeluaran ketika membeli sebuah rumah, dan sesuaikan dengan tabungan Kamu.

Cara mengatasinya: Browsing di Internet atau bertanya kepada agen properti mengenai biaya-biaya tak terduga yang harus dikeluarkan ketika akan membeli rumah.

Percaya Hanya dengan Perjanjian Lisan

Kamu telah melakukan riset rumah, sudah mengecek kondisi lingkungannya, dan merasa cocok dengan harganya. Kamu telah bertemu langsung dengan pemilik rumah dan menyetujui segala hal, dan Kamu akan kembali lagi untuk melakukan pembayaran. Ternyata, ketika uang sudah dibayarkan, apa yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya dibicarakan. Kamu bisa saja marah-marah karena si penjual telah berbohong, tapi penjual rumah bisa saja mengelak bahwa ia lupa telah menawarkan berbagai hal, apalagi ditambah Kamu tidak bisa menunjukkan bukti tertulisnya.

Cara mengatasinya: Minta penjual rumah untuk menuliskan segala hal yang akan diberikan bersama rumah Kamu, dan tanda tangani bersama. Jika memang repot dan tidak begitu penting, Kamu bisa merekam seluruh pembicaraan yang berisi perjanjian yang ditawarkan kepada Kamu.

Jika Kamu tidak mau repot-repot membeli asuransi rumah secara terpisah, belilah rumah melalui fasilitas KPR. Beberapa KPR, salah satunya KPR BRI, selain memberikan pinjaman uang untuk beli rumah pondok indah, ternyata juga sudah menyertakan asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran pada rumah yang Kamu beli. Tidak banyak bank yang memiliki fasilitas seperti KPR BRI, karena itu Kamu harus melakukan survei lengkap pada semua KPR yang ada.

Sharing is caring!

shares